Kembali Beraksi, Malware FinSpy Sasar Perangkat iOS dan Android

Ilustrasi Hacker. (Foto: Istimewa)

VIRAL12JAM.COM - Peneliti keamanan siber Kaspersky telah menemukan versi terbaru dari perangkat lunak berbahaya atau malware yang disebut FinSpy.

Diketahui, virus FinSpy biasanya menyerang perangkat iOS dan Andorid, serta memantau aktivitas dihampir semua layanan pesan populer, termasuk yang dienkripsi.

Malware tersebut memungkinkan penjahat siber untuk memata-matai semua aktivitas perangkat, kemudian mengekstrak data sensitif seperti lokasi GPS, pesan, gambar, panggilan, dan lainnya.

FinSpy digunakan untuk sebuah pengawasan yang ditargetkan diiringi rekam jejaknya seperti mencuri informasi dari LSM internasional, pemerintah
dan organisasi penegak hukum di seluruh dunia.

Baca: Ada Ribuan Aplikasi Berbahaya di Play Store, Temple Run Salah Satunya
Fungsi dasar virus ini mencakup pemantauan hampir tidak terbatas dari aktivitas perangkat seperti geolokasi, seluruh pesan masuk dan keluar, kontak, media dalam perangkat, bahkan data dari layanan pesan populer seperti WhatsApp, Facebook messenger atau Viber.

Seluruh data yang sudah diekstrak ditransfer ke para penyerang melalui pesan SMS atau protokol HTTP.

Dikutip SINDOnews, versi malware baru yang diketahui telah memperluas fungsi pengawasannya ke layanan pengiriman pesan tambahan, termasuk platform yang dianggap aman, seperti Telegram, Signal atau Threema.

Bahkan mereka juga lebih mahir dalam menutupi jejak. Misalnya, malware iOS, yang menargetkan iOS 11 dan versi lebih lama kini bisa menyembunyikan tanda-tanda jailbreak.

Baca: Secara Diam-diam, Ribuan Aplikasi Android Intai Pengguna
Sementara versi baru untuk Android berisi eksploit yang mampu memperoleh hak akses root yang hampir tidak terbatas, akses lengkap ke semua file dan perintah pada ponsel yang tidak di-unroot.

"Kami terus mengamati korban implan FinSpy setiap harinya, jadi ada baiknya untuk terus mengawasi pembaruan platform terbaru dan segera menginstalnya setelah dirilis," kata Alexey Firsh, peneliti keamanan di Kaspersky Lab dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

"Karena, seberapa amanpun aplikasi yang Anda gunakan, dan sebagaimanapun data Anda terlindung, begitu ponsel di-root atau di-jailbreak, maka aktivitas seperti mata-mata sangat mungkin untuk terjadi,” jelas Firsh.

Agar bisa menginfeksi perangkat berbasis Android dan iOS, penyerang memerlukan akses fisik ke ponsel atau perangkat yang telah di-jailbreak atau root sebelumnya. Untuk ponsel yang di-jailbreak dan di-root setidaknya ada tiga kemungkinan vektor infeksi, yaitu pesan SMS, email, atau push notifications.
Topik: Android / iOS / Malware
Reaksi:

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by Basri Matindas