Warga Korban Banjir Samarinda Mengaku Kelaparan

Banjir di Samarinda. (Foto: Istimewa)

VIRAL12JAM.COM - Wilayah Samarinda terendam banjir ketika intensitas hujan meningkat sejak Sabtu (8/6/2019) lalu. Pemkot Samarinda pun sudah menetapkan darurat banjir selama sepekan.

Banjir itu membuat 15.000 warga terdampak. Mereka yang memilih bertahan di rumah mengaku kelaparan lantaran bantuan logistik belum semuanya tersalurkan.

"Sementara bertahan di lantai 2, kelaparan juga. Tidak ada bantuan datang. Ada kompor, tapi tidak bisa berfungsi," ungkap Dini, warga Griya Mukti kepada merdeka.com, Senin (10/6/2019), dikutip Viral12jam.com.

Baca: Banjir Samarinda: Ribuan Rumah dan 10 Hektare Sawah Terendam

Dini pun berharap, bantuan logistik benar-benar cepat dikoordinir dan didistribusikan. "Dari kemarin katanya ada bantuan. Tapi tidak ada sampai-sampai" lanjutnya.
Keadaan itu membuat sejumlah warga akhirnya memilih mengungsi.

"Banyak warga memerlukan makanan siap saji, dan mengeluh ke kelurahan. Seperti di kelurahan Temindung Permai. Mudah-mudah ada bantuan logistik (untuk didistribusikan)," ujar petugas BPBD Kalimantan Timur, Muriono.

Seperti dilaporkan merdeka.com di lokasi, banjir akibat luapan Sungai Karang Mumus masih merendam di tiga kecamatan. Di antaranya kelurahan Sempaja Timur di kecamatan Samarinda Utara, kelurahan Gunung Lingai dan Temindung Permai, serta kelurahan Bandara di kecamatan Sungai Pinang, dan kelurahan Sidodadi di kecamatan Samarinda Ulu.

Di kawasan Perum Griya Mukti di Gunung Lingai, masih ada warga yang bertahan di tengah ketinggian permukaan air hingga 1,5 meter. Padahal ketinggian air belum menunjukkan tanda-tanda bakal surut.
Topik:
Reaksi:

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by Basri Matindas