Produk Plastik ke Bali Turun 40 Persen Pasca Larangan

Ilustrasi kantong plastik. (Foto: CNN Indonesia) 

VIRAL12JAM.COM - Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) menyebut pengiriman produk plastik ke Bali turun 30 persen-40 persen sejak Januari hingga awal Juni 2019. Itu terjadi setelah Gubernur Bali menerbitkan larangan penggunaan kantong plastik, styrofoam, dan sedotan plastik Desember 2018 lalu.

Aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Sekjen Inaplas Fajar Budiono mengatakan bahwa belum menghitung nominal kerugian secara pasti terkait akibat aturan tersebut. Sebab, kebijakan itu masih dalam masa sosialisasi dan berlaku sepenuhnya mulai Juli 2019.

Baca: Ditemukan 22 Kg Plastik Dalam Perut Paus Hamil di Italia
"Tapi di toko-toko sudah mulai tidak boleh jualan plastik, volume pastinya belum terhitung. Nanti pastinya lebih terasa Juli baru diberlakukan (sepenuhnya)," tutur Fajar kepada CNNIndonesia.com, Senin (10/6/2019).

Ia menuturkan, jumlah produk plastik yang dikirim ke Bali rata-rata 5 ribu ton per bulan. Produk itu tidak cuma kantong plastik, tapi juga sedotan, gelas, pembungkus makanan ringan, pembungkus kaos, dan lain-lain. "Kalau hanya kantong plastik, sedotan, dan styrofoam mungkin 1.500 ton per bulan," kata Fajar, mengutip CNN.

Fajar menyatakan, Bali merupakan salah satu daerah dengan permintaan plastik cukup besar. Selain Pulau Dewata, ada Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.

Kendati masuk daerah dengan permintaan tinggi, tetapi dirinya enggan menyebut potensi kerugian pendapatan bagi industri plastik karena larangan penggunaan plastik di Bali.
Topik:
Reaksi:

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by Basri Matindas