Cara Kementan Mengatasi Kekeringan Sawah

(Foto: Kompas)

VIRAL12JAM.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan pantauan terhadap kawasan sawah yang mengalami kekeringan di sejumlah wilayah di Kebumen, baru-baru ini. Terkait solusi yang sedang diupayakan meliputi sistem gilir giring setiap enam hari sekali dan mendapat giliran sebanyak satu hari untuk pengairan.

Menurut Direktur Jenderal Prasarana Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy, selain upaya tersebut pihaknya pun melakukan rehabilitasi saluran irigasi tersier sejauh 300 meter di wilayah sawah yang menderita kekeringan. Sementara wilayah sawah di Kebumen yang terancam kekeringan antara lain di Kecamatan Bulus Pesantren, dan Kecamatan Petanahan.

Baca: NTP Naik Meski Harga Gabah dan Beras Turun

Catatan Kementan menyebut, wilayah Kecamatan Bulus Pesantren mempunyai luas tanaman padi sawah yang terancam kekeringan pada Musim Tanam kedua (MT II) sebesar 213 hektare. Wilayah terancam itu meliputi Desa Indrosari 6 hektare, Desa Sangubanyu 30 hektare, Desa Ambalkumolo 9 hektare, Desa Bocor 14 hektare, Desa Waluyo 4 hektare dan Desa Sidomoro 160 hektare.
"Saat ini umur tanaman padi di Kecamatan Bulus Pesantren ada 30 HST (hari setelah tanam), kami melakukan pantauan pada Desa Sidomoro, Desa Tanjungsari, dan Desa Bocor," beber Edhy dalam keterangan pers, Selasa (18/6/2019), seperti yang dilaporkan Republika.

Baca: 56 Blacklist, Mentan: Tak Ada Kompromi Bagi Pengimpor Nakal

Edhy pun menyatakan, berdasarkan pantauan di Desa Sidomoro, Gapoktan Mitra Tani mengungkapkan, desa tersebut merupakan desa paling luas yang terancam kekeringan. Adapun penyebabnya di Kecamatan Bulus Pesantren, karena pengurangan suplai air dari waduk wadaslintang (intake Kedungsamak) ke jaringan irigasi. Kekeringan pun terjadi akibat musim kemarau yang maju.

"Bulan April curah hujan rendah dan Mei sudah tidak ada hujan. Sementara awal masa tanam jadi mengalami kemunduran," imbuhnya.

Edhy mengatakan, Kementan sudah melakukan upaya penyelamatan tanaman padi yang alami kekeringan. Di antaranya melalui sistem gilir giring selama enam hari mendapat satu hari untuk pengairan, memaksimalkan pemanfaatan pompa bantuan pemerintah tahun 2018 dengan 3 inchi untuk airi sawah yang rawan kekeringan, dan melakukan penggiliran anggota Kementan maupun Gapoktan untuk menjaga pengaturan pemakaian air.
Topik:
Reaksi:

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by Basri Matindas