Alexanda Kotey Ungkap Hidup Sebagai Militan ISIS

(Foto: Daily Mirror/mirror.co.uk)

VIRAL12JAM.COM - Militan ISIS asal Inggris kembali bersuara memohon supaya diizinkan kembali ke negara asalnya. Alexanda Kotey, 35 tahun, memohon maaf atas tindak kejahatan yang telah dilakukan, namun saat yang sama ia 'mensyukuri' momen yang dihabiskan bersama kelompok elstrimis itu.

Dikutip dari mirror.co.uk, Selasa, 18 Juni 2019, Kotey saat ini memiliki satu istri dan tiga anak yang masing-masing berusia lima tahun, tiga tahun dan satu tahun. Dia amat ingin setidaknya keluarganya bisa kembali ke Inggris.

Kotey menceritakan, selama bergabung dengan ISIS beberapa perempuan dipaksa untuk menjadi pengebom bunuh diri. Namun ada juga perempuan lain yang malah melihat hal ini sebagai sebuah kehormatan.

Baca: ISIS Diklaim Telah Kalah, Keberadaan Al Baghdadi Masih Misterius
Dalam sebuah wawancara dengan media di penjara, Kotey pun mengaku pernah menyiksa sejumlah sandera ISIS asal negara-negara barat sebelum akhirnya mereka tewas dengan cara dipenggal kepalanya. Dia mengaku menyesal gabung ISIS, namun terkait sejumlah rekaman video saat militan itu memenggal kepala para tahanan, ia tidak mengutuknya melainkan menjelaskan memang seperti itu lingkungan saat itu.

"Ketika saya melihat algojo bernama John memenggal kepala sandera ISIS dari negara-negara barat, saya menentang tetapi mereka mengatakan tak ada cara lain menangani para sandera ini (selain dipenggal)," ungkap Kotey.

Baca: Donald Trump: ISIS Akan Lenyap dari Peta

Selama bersama ISIS, Kotey pun berteman dengan para algojo ISIS. Namun saat ditanya apakah dia bersedia jika diminta memenggal kepala manusia, dia kebingungan. "Sejujurnya saya bingung menjawabnya. Saya tidak bisa mengatakan saya setuju dan saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan dalam situasi itu," ujar Kotey.
Kotey menjadi militan ISIS di Suriah usai melihat sebuah rekaman video ISIS yang memenggal kepala relawan asal Inggris, Ken Bigley, yang dibunuh di Irak pada 2004. Saat itu, ia menonton video itu di Inggris dan menilai apa yang terlihat dalam video itu sebagai sebuah hiburan.

Dalam wawancara dengan media dalam penjara, Kotey meminta supaya kalimat mensyukuri yang diucapkannya jangan disalah artikan. Sebab saat bersama ISIS, ia bisa menikah dan memiliki keturunan meski saat di Inggris dia pun sudah punya anak.

Istri Kotey adalah warga Suriah. Keduanya menikah pada 2013 atau total usia pernikahan mereka enam tahun. Istri Kotey saat ini berada di kota Aleppo.

Kotey ditangkap pada 2017 oleh pasukan SDF di Suriah yang mendapat dukungan dari Barat untuk memerangi ISIS. Dia ditangkap saat sedang mencoba melarikan diri dari utara kota Raqqa ke wilayah Turki.
Topik:
Reaksi:

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by Basri Matindas