Perpanjangan Kontrak JICT dan Hutchison Dinilai Legal

Terminal JICT (Dok. JawaPos.com)

Viral12jam.com - Perjanjian terkait perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) antara PT Pelindo II dan Hutchison Ports tetap legal.

Menurut Pakar Tindak Pidana Korupsi UGM Oce Madril, pembatalan perjanjian harus lewat hukum. Jika ada pelanggaran hukum, tentunya unsur pelanggaran itu harus diuji dan dibuktikan di pengadilan.

Apalagi, jika yang terjadi adalah pelangggaran dalam bentuk pidana, maka ranahnya berbeda, karena perjanjian di JICT ini adalah hukum privat atau perdata.

“Kalaupun ada pelanggaran hukum tidak secara otomatis membatalkan perjanjian yang sudah ditandatangani. Bagi kedua pihak, perjanjian yang sudah disepakati itu seperti undang-undang yang wajib dijalankan,” terang Oce di Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Baca: Serikat Buruh Ragukan Prabowo-Sandi Akan Hapus Outsourcing
Ia menambahkan, untuk membatalkan perjanjian perpanjangan kontrak bisa dilakukan lewat jalur perdata, seperti penetapan pengadilan, mediasi hingga arbitrase.

Namun, usaha hukum perdata itu harus didasari adanya keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa dalam proses perpanjangan kontrak terjadi pidana atau korupsi.

“SP JICT boleh berasumsi telah terjadi pelanggaran hukum dalam perpanjangan kontrak itu. Tapi selama belum ada putusan pengadilan ya hanya jadi asumsi saja, faktanya adalah putusan pengadilan,” jelasnya.

Kendati bukan pemegang saham, Serikat Pekerja JICT ngotot untuk membatalkan perpanjangan kontrak JICT yang telah diteken pada 2015 dan berlaku hingga 2039.

Karena sesuai perjanjian kerja bersama (PKB) antara SP JICT dan manajemen, apabila kontrak JICT habis pada 27 Maret 2019, maka manajemen wajib membayarkan pesangon dengan nilai yang sangat besar.
Sesuai pada PKB 2013-2015 yang diteken SP JICT dan Direksi JICT, pasal 99 poin 5, selain mendapat pesangon, pekerja akan mendapat kompensasi yang besarnya 10 kali masa kerja (dalam tahun) dikali upah pokok.

Sederhananya seorang karyawan JICT yang punya masa kerja 20 tahun bakal mendapat kompensasi 200 kali gaji pokoknya.

Sementara gaji pokok dan penghasilan pekerja JICT sampai saat ini salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Dokumen penghasilan pekerja JICT yang pernah beredar ke publik menyebut penghasilan pekerja di JICT berkisar antara Rp 600 juta-1,6 miliar per tahun, atau Rp 50-133 juta per bulan di 2016.

Sekjen Serikat Karyawan (Sekar) JICT Mufti menjelaskan, jika kontrak JICT tak diperpanjang, sebagai entitas usaha JICT tidak serta merta bubar demi hukum.

Sebagai perseroan terbatas (PT), kepemilikan saham perusahaan tetap sama yaitu Pelindo II dan Hutchison Port Holding, namun JICT tidak lagi punya hak untuk mengelola terminal yang sekarang dikelola oleh JICT.

Karena itu, Sekar JICT mendorong perpanjangan kontrak. Selain memberikan kepastian mengenai nasib semua karyawan JICT, keputusan ini juga bakal menguntungkan konsumen dan ekonomi Indonesia.

Dengan investasi di JICT yang terus membesar, kualitas dan kecepatan layanan akan mendorong efisiensi logistik di pelabuhan.

“Selama 20 tahun ini JICT tidak hanya terbaik dan terbesar dari sisi layanan di pelabuhan, tapi juga soal kesejahteraan karyawan, kami sangat dihargai,” jelasnya.
Topik:
Reaksi:

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by Basri Matindas